Sorotan Memuat artikel terbaru...

Iklan

Kematian Akal Sehat di Era Replikasi: Kenapa Tirani Tidak Selalu Pakai Seragam

Text Size Calculating... read
Ilustrasi gambar tirani di bawah menelanjangi ilusi kerumunan dan mesin sosial yang rusak
Ilustrasi konseptual antara penguasa rakyat dan sebuah pengaruh


Sering kali kita terjebak pada satu cerita yang terus diulang: bahwa yang di atas (pemerintah) selalu menjadi pihak yang jahat, sementara yang di bawah (masyarakat) selalu menjadi korban yang benar. Namun, jika kita mau mengamati lingkungan sehari-hari dengan pikiran terbuka, kenyataannya tidak sesederhana itu. Sifat sewenang-wenang tidak hanya hidup di gedung-gedung pemerintahan, tetapi sudah tumbuh subur di sekitar kita.

Coba perhatikan dinamika kehidupan sosial di tingkat paling bawah. Sering kali kita melihat orang saling sikut, memfitnah karena iri melihat keberhasilan tetangga, atau menjatuhkan orang lain murni karena tidak suka. Pejabat yang korup dan menyalahgunakan kekuasaan di atas sana tidak turun dari langit. Mereka lahir dan besar dari lingkungan sosial yang sama. Mereka pada dasarnya adalah bagian dari masyarakat yang kebetulan mendapatkan seragam dan wewenang lebih besar. Jika watak dasar di tingkat bawahnya sudah rusak, wajar jika sistem di atasnya ikut berantakan.

Kondisi ini menjadi semakin rumit ketika berbenturan dengan era teknologi dan media sosial. Bukannya membuat orang lebih mandiri dalam berpikir, kemudahan informasi justru melahirkan kebiasaan latah atau ikut-ikutan secara massal (monkey see, monkey do). Banyak orang kehilangan kebiasaan untuk mencerna sesuatu. Ketika ada keributan di internet, mereka langsung ikut marah. Ketika ada tren baru, semua berlomba meniru tanpa mempertanyakan tujuannya. Akal sehat pelan-pelan terkikis, digantikan oleh dorongan untuk sekadar menjadi bagian dari kerumunan.

Melihat dua kenyataan ini secara langsung adalah pemicu utama terbukanya pikiran kritis. Menyadari bahwa masalah tidak murni kesalahan orang-orang di atas, dan menyadari betapa mudahnya orang-orang di bawah terseret arus, akan memaksa kita untuk mengambil jarak. Kesadaran ini mendorong kita untuk tidak lagi menelan informasi mentah-mentah.

Pada akhirnya, pikiran yang jernih lahir ketika kita berhenti terbawa emosi oleh keadaan. Kemerdekaan berpikir yang sesungguhnya didapat saat kita berani menolak dibohongi oleh kebijakan dari atas, sekaligus menolak dibodohi oleh kebiasaan ikut-ikutan dari lingkungan di sekitar kita. Kita mulai membedah informasi layaknya memeriksa komponen mesin, mencari tahu sendiri mana yang masih berfungsi dengan baik dan mana yang memang sudah harus diganti.

Catatan:

Sebuah ledakan bom yang terjadi di atas tidak akan begitu berpengaruh pada sesuatu yang di bawah..

Akan tetapi jika ledakan tersebut terjadi tepat di sekitarmu maka bukan hanya akan berpengaruh besar melainkan justru akan menghancurkan mu..

Ada begitu banyak perintah yang terdengar seperti sebuah nasihat.. sehingga tujuan utama nya tetaplah tersembunyi dan adapula nasihat yang terderang seperti sebuah serangan personal sehingga makna nya gagal di tangkap..

Jika benar sebuah tirani sedang hidup di atas sana maka bisa dipastikan keadaan di bawah akan terasa lebih menyejukan, karena., persatuan akan tercipta, toleransi akan terjaga, semua itu tercipta atas dasar persamaan kondisi ter dzolimi yang di rasakan oleh hampir semua orang yang ada di bawah..



Foto Penulis
Ditulis Oleh

Satro Wardoyo



ads
Untuk Mu
Memuat artikel bisnis...
Pilihan

Iklan

Tools

Memuat Alat...

Novel

Menata rak novel...

Tips
Memuat tips bermanfaat...

Baca halaman ini dalam bahasa lain