Sorotan Memuat artikel terbaru...

Masih Berfluktuas, Pemerintah Terus Pantau Pasokan Dan Stabilitas Harga Sembako

🎵 Menemani membaca: — Pilih suasana —
Text Size Calculating... read
Ilustrasi berbagai bahan pokok seperti beras, cabai, bawang, telur, minyak goreng, dan sayuran yang dijual di pasar tradisional Indonesia.
Ilustrasi: Berbagai komoditas bahan pokok dijual di pasar tradisional.  Ilustrasi: Infokuari.


Infokuari |Harga sejumlah bahan pokok di berbagai wilayah Indonesia masih menunjukkan fluktuasi pada Kamis (23/7/2026). Perubahan harga terutama terjadi pada komoditas hortikultura seperti cabai dan bawang, sedangkan sejumlah kebutuhan pokok lainnya, termasuk beras, secara umum masih berada dalam kondisi relatif stabil di banyak daerah.

Pergerakan harga pangan dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari kondisi cuaca, hasil panen, distribusi antardaerah, hingga tingkat permintaan masyarakat. Karena itu, harga di setiap daerah dapat berbeda sesuai kondisi pasokan dan biaya distribusi.

Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas), Kementerian Perdagangan, serta pemerintah daerah terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan harga di pasar tradisional maupun pasar modern. Selain menjaga ketersediaan stok, pemerintah juga berupaya mengantisipasi lonjakan harga yang dapat memengaruhi daya beli masyarakat.

Sistem pemantauan harga pangan nasional seperti Panel Harga Badan Pangan Nasional dan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia menjadi salah satu acuan dalam memonitor perkembangan harga berbagai komoditas pangan strategis di seluruh Indonesia. Data tersebut diperbarui secara berkala untuk memberikan gambaran kondisi pasar kepada masyarakat maupun pengambil kebijakan.

Komoditas hortikultura seperti cabai merah, cabai rawit, dan bawang merah umumnya menjadi komoditas yang paling dinamis mengalami perubahan harga. Faktor cuaca yang memengaruhi hasil panen serta kelancaran distribusi menjadi penyebab utama naik turunnya harga komoditas tersebut. Sementara itu, harga beras, gula konsumsi, minyak goreng, telur ayam ras, dan daging ayam ras cenderung lebih stabil meski tetap mengalami penyesuaian di beberapa daerah.

Pemerintah mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan (panic buying) karena pasokan pangan nasional terus dipantau dan dijaga melalui koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan distributor.

Masyarakat juga disarankan untuk memantau perkembangan harga melalui kanal resmi pemerintah sehingga memperoleh informasi yang akurat mengenai kondisi harga pangan di daerah masing-masing.


Komentar

Sorotan
Memuat artikel bisnis...

Baca halaman ini dalam bahasa lain