Sorotan Memuat artikel terbaru...

Iklan

Mengenal Naadam: Festival Tiga Permainan Tradisional Dari Mo

🎵 Menemani membaca: — Pilih suasana —
Text Size Calculating... read
ads
Pegulat Mongolia bertanding pada Festival Naadam
Ilustrasi pegulat Mongolia bertanding dalam kostum tradisional pada Festival Naadam di padang rumput, Mongolia.




Di tengah padang rumput Mongolia yang luas, setiap pertengahan Juli, ribuan orang berkumpul menyaksikan gulat, panahan, dan pacuan kuda. Inilah Naadam, perayaan tahunan yang telah berlangsung berabad-abad. Sejak 2010, festival ini tercatat sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO. Bagi orang Mongol, Naadam bukan sekadar perlombaan, melainkan cermin identitas bangsa penggembala nomaden.

Sebagian besar dari kita mungkin baru mendengar namanya kali ini. Padahal Naadam menyimpan filosofi tentang ketangguhan, kejujuran, dan hubungan manusia dengan alam. Tidak banyak tulisan Indonesia yang membahasnya secara utuh; artikel ini memandu kamu untuk memahami, menonton, dan menghormatinya sebagaimana mestinya.

1) Apa itu Naadam?

Naadam adalah festival tradisional Mongolia yang juga disebut "eriin gurvan naadam", artinya tiga permainan laki-laki: gulat, balap kuda, dan panahan. Festival utama digelar di Ulaanbaatar setiap 11–13 Juli untuk memperingati hari jadi Revolusi Rakyat Mongolia 1921. Namun versi lokal juga dirayakan di seluruh provinsi sepanjang musim panas.

Tiga cabang itu dipilih bukan tanpa alasan. Gulat melatih kekuatan tubuh, panahan melatih fokus dan ketenangan, sedangkan pacuan kuda melatih kecepatan dan koneksi dengan kuda — keterampilan yang dulu menentukan kelangsungan hidup bangsa penunggang kuda.

2) Bagaimana Naadam dipraktikkan?

Pembukaan Naadam ditandai prosesi sembilan bendera putih yang melambangkan sembilan suku bangsa Mongolia, diiringi musik tradisional. Setelah itu pertandingan berlangsung bertahap. Gulat Mongolian diikuti ratusan pegulat dengan sistem gugur; pemenangnya melompat-lompat khas yang disebut "eagle dance" sebagai penghormatan.

Panahan dipertandingkan dengan jarak sekitar 75 meter menuju target kulit. Sementara pacuan kuda menempuh jarak puluhan kilometer melintasi padang rumput dengan joki muda berusia 5–13 tahun. Pemenang balap kuda disebut mendapat posisi terhormat; kuda pemenang diberi gelar khusus.

3) Jika kamu menghadiri Naadam

Jika berkunjung saat Naadam, datang lebih awal karena stadion nasional cepat penuh. Siapkan pakaian yang menyesuaikan cuaca padang rumput yang bisa panas di siang dan dingin di malam hari. Pelajari jadwal karena tiap cabang punya hari dan arena berbeda.

Sebagai penonton asing, tak ada larangan berfoto, tapi perhatikan lingkungan sekitar. Teriakkan dukungan pada momen yang tepat dan hormati ritual pembukaan. Kesempatan menyaksikan langsung pertandingan tradisional semacam ini termasuk langka dan berkesan.

4) Jangan sampai melakukan ini

Jangan sampai mengganggu arena atau menyentuh perlengkapan atlet, terutama jaket gulat tradisional (zodog) yang sengaja terbuka di bagian dada. Ada kisah di baliknya: dulu seorang perempuan menyamar sebagai laki-laki dalam gulat, sehingga jaket dibuat terbuka untuk menjaga kejujuran identitas. Mengganggu atlet atau kuda dianggap sangat tidak sopan.

Jangan sampai juga memperlakukan bendera dan simbol nasional dengan sembrono, sebab Naadam sarat nilai kebanggaan bangsa. Hindari memotong antrean atau menaiki area yang bukan untuk penonton. Menghina peserta, baik secara langsung maupun di media sosial, bisa berujung pada teguran atau dilarang hadir.

5) Harus seperti apa sikap yang tepat?

Bersikaplah sebagai penonton yang terbuka dan penuh hormat. Bertepuk tangan dan bersorak pada momen yang pantas, ikuti arahan petugas, dan tanyakan bila ragu tentang aturan setempat. Menghargai tradisi orang lain adalah kunci menikmati keindahannya tanpa menyinggung siapa pun.

Jika memungkinkan, pelajari sedikit tentang makna tiap cabang sebelum datang. Semakin dalam pemahamanmu, semakin berkesan pengalamanmu menjagokan para atlet dan kuda-kuda terbaik Mongolia.

Naadam mengajarkan bahwa kekuatan, ketenangan, dan kedekatan dengan alam bisa dirayakan dalam bentuk festival yang indah dan penuh makna. Dari gulat yang jujur, panahan yang tenang, hingga pacuan kuda yang cepat, semua berakar pada cara hidup yang menghormati tubuh dan bumi. Barangkali itu sebabnya sedikit budaya yang bisa membuat kita berpikir, "ternyata dunia ini kaya sekali".

Sumber: UNESCO Intangible Cultural Heritage (Naadam, Mongolian traditional festival); Britannica (Naadam); Kementerian Kebudayaan Mongolia — 2026


ads

Komentar

Untuk Mu
Memuat artikel bisnis...
Pilihan

Iklan

Tools

Memuat Alat...

Novel

Menata rak novel...

Tips
Memuat tips bermanfaat...

Baca halaman ini dalam bahasa lain