Kenapa Kita Menginginkan Sesuatu Saat Takut Kehilangan nya
![]() |
| Ilustrasi seorang perempuan berusaha meraih benda bercahaya yang sedang dijauhkan, menggambarkan rasa takut kehilangan sesuatu yang dianggap berharga. |
Ada sesuatu yang aneh dalam diri manusia. Kadang kita merasa biasa saja ketika sesuatu masih ada. Kita tidak terlalu memikirkannya, tidak terlalu menghargainya, bahkan mungkin sempat menganggapnya sebagai bagian yang biasa dari kehidupan. Tetapi begitu ada kemungkinan sesuatu itu hilang, perasaan kita berubah. Tiba-tiba kita tidak ingin kehilangannya.
Hal yang sebelumnya terasa biasa mendadak menjadi sangat berharga. Ini bisa terjadi pada hubungan dengan orang lain, pekerjaan, barang yang kita miliki, kesempatan, bahkan hal-hal kecil yang sebenarnya selama ini tidak terlalu kita pikirkan.
Ketika Kehilangan Membuat Sesuatu Terasa Lebih Berharga
Bayangkan seseorang yang sudah lama menggunakan sebuah barang di rumah. Selama bertahun-tahun barang itu ada di sana dan hampir tidak pernah diperhatikan. Suatu hari barang tersebut rusak dan tidak bisa digunakan lagi. Barulah muncul perasaan, “Ternyata saya masih membutuhkannya.” Padahal kebutuhan itu mungkin tidak terasa sebelumnya.
Hal serupa bisa terjadi dalam hubungan dengan orang lain. Seseorang mungkin sudah terbiasa dengan kehadiran seorang teman atau anggota keluarga. Karena selalu ada, keberadaannya terasa biasa. Kemudian suatu hari hubungan tersebut berubah. Orang itu mulai menjauh.
Tiba-tiba kita lebih sering memikirkannya. Bukan karena orang tersebut baru menjadi penting, tetapi karena kemungkinan kehilangannya membuat kita menyadari nilai yang sebelumnya tidak terlalu kita perhatikan.
Mengapa Rasa Takut Kehilangan Bisa Begitu Kuat?
Salah satu alasannya adalah manusia cenderung memberikan perhatian lebih besar terhadap sesuatu yang dianggap terancam hilang. Ketika sesuatu masih berada dalam genggaman, kita merasa keadaan aman. Tidak ada alasan kuat untuk terus memikirkannya.
Tetapi ketika keadaan berubah, perhatian kita ikut berubah. Pikiran mulai bertanya: “Bagaimana kalau benar-benar hilang?” “Kalau nanti tidak ada lagi, bagaimana?” “Kalau saya tidak mendapatkan kesempatan ini lagi?” Pertanyaan-pertanyaan tersebut membuat sesuatu yang sebelumnya biasa menjadi jauh lebih menonjol dalam pikiran. Karena itu, rasa takut kehilangan bukan hanya tentang benda atau orang yang mungkin hilang. Ada juga rasa takut terhadap perubahan keadaan yang sudah kita kenal.
Kita Kadang Baru Menghargai Sesuatu Setelah Hampir Kehilangannya
Ini mungkin pernah terjadi pada hampir semua orang. Kita baru menyadari betapa pentingnya waktu luang ketika mulai terlalu sibuk.
Kita baru menghargai kesehatan ketika tubuh mulai tidak nyaman.
Kita baru merasa rindu suasana rumah ketika sedang jauh. Kita baru menyadari pentingnya seseorang setelah tidak lagi bisa bertemu dengannya seperti dulu.
Menariknya, sebagian besar hal tersebut sebenarnya sudah berharga sejak awal. Hanya saja kita terlalu terbiasa dengannya. Sesuatu yang selalu ada sering kali tidak terasa istimewa karena kita menganggap keberadaannya akan terus berlangsung.
Takut Kehilangan Bisa Membuat Kita Mengambil Keputusan Terburu-buru Masalah muncul ketika rasa takut kehilangan membuat kita berhenti berpikir dengan tenang.
Misalnya ada sebuah kesempatan yang hampir berakhir. Karena takut kehilangan kesempatan tersebut, kita merasa harus segera mengambil keputusan. “Kalau tidak sekarang, mungkin tidak akan pernah ada lagi.” Pikiran seperti ini bisa membuat kita mengabaikan pertanyaan yang sebenarnya penting.
Apakah saya memang menginginkannya?
Apakah keputusan ini sesuai dengan keadaan saya?
Apakah saya akan tetap memilihnya kalau tidak ada batas waktu?
Kadang jawabannya berbeda ketika kita tidak sedang merasa terancam kehilangan. Tidak Semua yang Takut Kita Kehilangan Memang Harus Dipertahankan Ini bagian yang sering terlupakan. Rasa takut kehilangan bisa membuat kita beranggapan bahwa sesuatu harus dipertahankan hanya karena kita takut hidup tanpa sesuatu tersebut.
Padahal kehilangan tidak selalu berarti kita melakukan kesalahan.
Ada hubungan yang memang berubah.
Ada pekerjaan yang memang harus ditinggalkan.
Ada barang yang memang waktunya diganti.
Ada kesempatan yang memang tidak cocok dengan keadaan kita.
Ada pula hal-hal yang sebenarnya sudah tidak memberikan manfaat, tetapi sulit dilepaskan karena kita takut menyesal.
Jadi, rasa takut kehilangan tidak selalu menunjukkan bahwa sesuatu itu benar-benar berharga. Kadang rasa takut hanya menunjukkan bahwa kita tidak nyaman dengan perubahan.
Coba Bayangkan Jika Kita Tidak Takut Kehilangan Ada sebuah cara sederhana untuk memahami perasaan ini. Ketika sedang ragu mempertahankan sesuatu, coba tanyakan kepada diri sendiri:
“Kalau saya tidak takut kehilangannya, apakah saya masih akan memilihnya?”
Pertanyaan itu bisa membantu memisahkan antara keinginan dan ketakutan. Kalau jawabannya tetap iya, mungkin memang ada sesuatu yang penting di sana.
Tetapi kalau jawabannya tidak, mungkin selama ini kita hanya berusaha mempertahankan sesuatu karena takut menghadapi perubahan.
Menghargai Tidak Harus Menunggu Kehilangan Mungkin pelajaran paling sederhana dari rasa takut kehilangan adalah ini:
Kita tidak perlu kehilangan sesuatu terlebih dahulu untuk menyadari nilainya.
Kalau seseorang penting bagi kita, kita bisa menunjukkannya sekarang.
Kalau pekerjaan yang kita miliki patut disyukuri, kita bisa menghargainya sekarang.
Kalau rumah, keluarga, waktu, kesehatan, atau kesempatan tertentu berarti bagi kita, kita tidak harus menunggu semuanya terancam hilang untuk menyadarinya.
Sebab ketika sesuatu sudah benar-benar pergi, penyesalan sering kali tidak bisa mengembalikannya.
Takut kehilangan adalah perasaan yang sangat manusiawi.
Perasaan itu bisa membuat kita lebih memperhatikan sesuatu yang sebelumnya kita anggap biasa.
Namun kita juga perlu berhati-hati. Jangan sampai rasa takut kehilangan membuat kita mempertahankan sesuatu yang sebenarnya sudah tidak kita inginkan.
Jangan pula membiarkan ketakutan membuat kita mengambil keputusan terburu-buru.
Sesekali, mungkin kita hanya perlu berhenti dan bertanya: “Apakah saya benar-benar menghargai sesuatu ini, atau saya hanya takut hidup tanpa sesuatu ini?” Jawaban dari pertanyaan sederhana itu kadang bisa menjelaskan banyak hal tentang apa yang sebenarnya kita inginkan.

Komentar
Posting Komentar