Indonesia dan India Perkuat Kemitraan Strategis, Sepakati Kerja Sama Pertahanan hingga Mineral Kritis
![]() |
| Ilustrasi: Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Narendra Modi dalam penguatan kemitraan strategis Indonesia–India. Ilustrasi: Infokuari. |
JAKARTA, Infokuari – Indonesia dan India memasuki babak baru dalam hubungan bilateral setelah Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India Narendra Modi menyepakati serangkaian kerja sama strategis di berbagai sektor, mulai dari pertahanan, keamanan maritim, mineral kritis, pertanian, telekomunikasi, hingga riset dan teknologi.
Kesepakatan tersebut dicapai dalam pertemuan bilateral di Istana Merdeka, Jakarta, pada 7 Juli 2026, sebagai bagian dari kunjungan kenegaraan Perdana Menteri Narendra Modi ke Indonesia.
Dalam pertemuan itu, kedua pemimpin menegaskan komitmen untuk memperkuat Comprehensive Strategic Partnership yang telah dibangun kedua negara. Pembahasan mencakup peningkatan kerja sama politik, perdagangan dan investasi, ketahanan pangan, kesehatan, ekonomi digital, kecerdasan buatan (AI), antariksa, pendidikan, budaya, hingga keamanan kawasan Indo-Pasifik.
Salah satu hasil penting adalah penandatanganan sejumlah nota kesepahaman (MoU), termasuk kerja sama penguatan rantai pasok mineral kritis dan industri baja, sektor pertanian, telekomunikasi, penelitian dan inovasi, keselamatan maritim, serta penanggulangan bencana.
Di bidang pertahanan, kedua negara juga memperdalam kolaborasi industri pertahanan. Sejumlah media internasional melaporkan adanya kesepakatan pengadaan sistem rudal BrahMos serta peningkatan kerja sama teknologi pertahanan. Namun, rincian implementasi kontrak tersebut belum diumumkan secara lengkap oleh pemerintah Indonesia.
Presiden Prabowo dan PM Modi juga menegaskan pentingnya menjaga stabilitas kawasan Indo-Pasifik melalui kerja sama maritim yang lebih erat, termasuk penguatan hubungan di kawasan Selat Malaka yang memiliki peran strategis terhadap jalur perdagangan internasional.
Selain isu keamanan, kedua negara sepakat memperluas kerja sama di bidang teknologi masa depan, seperti kecerdasan buatan (AI), telekomunikasi, transformasi digital, serta pengembangan sumber daya manusia. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing ekonomi kedua negara di tengah perubahan geopolitik dan ekonomi global.
Bagi Indonesia, penguatan hubungan dengan India membuka peluang investasi, pengembangan industri strategis, serta diversifikasi mitra ekonomi dan pertahanan. Sementara bagi India, Indonesia merupakan mitra penting dalam implementasi kebijakan Act East Policy sekaligus penguatan kerja sama dengan negara-negara ASEAN.


Komentar
Posting Komentar