Sorotan Memuat artikel terbaru...

Antara keberanian dan kenekatan, Dilema besar untuk seorang penulis

Text Size Calculating... read
 
Seorang Penulis dengan pena dan kertas, Menulis di depan jalan setapak yang sempit diterangi cahaya matahari, melambangkan perjalanan menyampaikan informasi dengan hati-hati dan jujur.

Coba kita lihat pelan-pelan, spertinya ada satu hal yang terasa amat janggal dalam dunia penyampaian informasi di dalam sebuah negeri yang kita kenal ini. Awalnya mungkin kita mengira semuanya terbuka., setiap orang punya hak untuk melihat, mendengar, dan menyampaikan apa yang diketahui. Tapi saat kita mulai melangkah lebih jauh, akan terasa ada batasan-batasan yang perlahan membuat jalur yang bisa dilalui itu kian menyempit.

Sebut saja soal profesi ini. Secara hakikat, penyampaian berita dan informasi, adalah pekerjaan yang melekat pada individu. sebagai penentu kualitasnya, adalah kemampuan mencari fakta, memeriksa kebenarannya, dan menyampaikannya dengan jujur. Seharusnya., pengakuan dan perlindungan mengikuti apa yang dikerjakan dan bagaimana cara mengerjakannya.

Namun kenyataannya, jalur pengakuan itu hanya berjalan lewat lembaga khusus atau sebuah corporate tertentu. Bagi yang sudah bernaung di sana, sudah barang tentu ada kemudahan, ada payung hukum, ada sebuah perlindungan, ada tempat berteduh saat menghadapi persoalan. namun Bagi yang memilih jalan sendiri?, memang masih tetap bisa berjalan dan menyampaikan apapun yang diketahui, akan tetapi posisinya sangatlah berbeda, bergerak tapi tanpa perlindungan tambahan yang diberikan sistem.

Ini bukan soal salah atau benar, tapi ini soal posisi dan beban resiko yang ditanggung.

Saat berdiri dalam posisi yang belum memiliki payung yang jelas, wajar jika ada perasaan was-was yang menyertai setiap tulisan. serasa Di atas kepala tergantung aturan yang cakupannya bisa meluas, yang bisa ditafsirkan beragam tergantung bagaimana situasi dan pesanannya. Dalam kondisi seperti ini, ada satu hal yang sulit terhindarkan: pikiran yang sedang tertekan dan penuh rasa takut tidak akan bisa melahirkan tulisan yang jujur dan seimbang.

Kalau satu pihak bisa menyampaikan pandangannya dengan tenang dan aman, sementara pihak lain yang ingin menyampaikan sisi lain harus menahan diri karena khawatir risikonya terlalu besar, maka kemungkinannya informasi yang sampai pun otomatis menjadi tidak seimbang. Bukan karena tidak ada kebenaran lain, tapi karena adanya kondisi yang membuatnya sulit untuk disampaikan dengan leluasa.

Sering terdengar ajakan untuk tetap berani menyampaikan apa adanya. Tapi ajakan itu sering kali lupa menyebutkan satu hal dasar, keberanian butuh kekuatan, keberanian butuh landasan yang kuat untuk berdiri tegak. Tanpa adanya kekuatan, dan tanpa adanya landasan yang cukup, keberanian itu hanya akan berubah menjadi sebuah kenekatan.

Kenekatan memang bisa membuat suara terdengar keras sesaat. Tapi lihat apa dampaknya setelah itu? Bisa jadi justru berbalik menimbulkan masalah yang tidak perlu, berbalik dan justru berujung pada penyesalan. Atau yang paling sering terjadi: hanya menjadi keributan sesaat, seperti angin laut yang hanya bergemuruh ditepi pantai dan lewat begitu saja. Tidak ada jejak dan tidak ada suatu bekas yang berarti, tidak mengubah keadaan apa pun, lalu perlahan hilang dan kembali senyap seolah tidak pernah ada dan tidak pernah terjadi apa-apa.

Lantas, apa pilihan yang tersedia bagi mereka yang akan memulai, yang belum memiliki apapun, yang bahkan hanya ada swcarik kertas dan pena di tangan, namun keinginan untuk berjalan dengan jalan yang jujur?, tidak tertahankan.

Membentuk badan hukum alternatif ? Itu memang salah satu jalur yang disarankan. Tapi saat kita melihat opsi yang ada, terasa ada jarak yang cukup jauh. Ada bentuk yang terasa ringan di awal, namun kenyataannya memiliki keterbatasan yang cukup besar, tidak adanya sebuah pengakuan, tidak ada jalan untuk kebutuhan penyampaian sebuah informasi, sebuah akses dukungan materil pun terbatas. Sementara jalur yang lebih lengkap itu, menuntut biaya dan syarat yang terasa cukup berat, terutama saat sesuatu itu barulah dimulai. Memaksakan hal itu di awal justru bisa menjadi beban yang mematikan langkah sebelum sempat berkembang.

Ada juga pilihan lain untuk bergabung dalam perkumpulan atau sebut saja sebuah aliansi. Namun jika di lihat dengan jujur, biaya yang harus dikeluarkan sering kali belum tentu sebanding dengan manfaat seperti apa yang bisa di dapat. bahkan besarannya Bisa jadi jumlahnya bahkan melebihi kebutuhan operasional dasar seperti menyewa sebuah server untuk menyimpan tulisan kita selama satu tahun penuh. Lalu saat dihadapkan pada persoalan nyata, pertanyaannya tetap sama, apakah dukungan yang didapatkan akan cukup menopang risiko yang dihadapi? Belum ada kepastian yang jelas. pada kenyataan nya resiko terbesarnya akan tetap di pikul di atas pundak sendiri.

Melihat kenyataan seperti ini, kita tidak punya pilihan lain selain menyusun langkah sendiri dengan hati-hati. Tidak perlu bergerak dengan nekat, tapi juga tidak perlu membungkam diri sendiri.

Kekuatan yang kita butuhkan tidak harus selalu dibeli dengan uang ataupun iuran. Ia bisa dibangun dari hal-hal yang sederhana namun kokoh, sebuah fakta yang dikumpulkan dengan teliti, dan bukti bukti yang disimpan secara rapih, serta tulisan yang disusun berdasarkan data fakta dan logika, dan bukan berdasarkan emosi semata. kekuatan juga bisa tumbuh dari sebuah hubungan antar sesama, yang memiliki prinsip yang sama, saling berbagi informasi, saling memeriksa kebenaran, saling mengingatkan, tanpa harus terikat pada nominal yang memberatkan.

Ayo lihat kedepan sana, Jalur yang di lalui mungkin lebih sempit dan penuh pertimbangan. Namun selama kita tetap melangkah dengan hati-hati, dan memegang teguh apa yang diyakini benar, dan tidak membiarkan ketakutan mengubah kenyataan maka apa yang disampaikan akan tetap memiliki tempat dan maknanya sendiri. Sebuah suara yang tidak terikat pada kepentingan apa pun, justru bisa menjadi sumber informasi yang paling dibutuhkan oleh kita semua.

Komentar

Education

Memuat artikel...

Pilihan

Memuat artikel...
Memuat postingan...

Baca halaman ini dalam bahasa lain